Group Dynamics
Dinamika kelompok (Group Dynamics) adalah studi tentang perilaku dan proses psikologis yang terjadi di dalam atau di antara kelompok sosial. Dalam konteks Teknologi Pendidikan, memahami dinamika ini sangat penting untuk merancang kolaborasi daring yang tidak hanya produktif, tetapi juga sehat secara psikologis.
Tuckman’s Stages of Group Development
Section titled “Tuckman’s Stages of Group Development”Bruce Tuckman (1965) mengusulkan bahwa setiap kelompok harus melewati fase-fase tertentu sebelum mereka bisa mencapai efektivitas maksimal. Dalam pembelajaran berbasis proyek (PBL) digital, fase ini sering terlihat sangat jelas:
- Forming (Pembentukan): Anggota merasa ragu dan sopan. Di EdTech, ini adalah fase perkenalan di forum atau grup sinkronus. Fokusnya adalah membangun kepercayaan.
- Storming (Pengeborongan/Konflik): Terjadi perebutan posisi atau perbedaan pendapat tentang cara mengerjakan tugas. Di ruang digital, ini bisa dipicu oleh miskomunikasi lewat teks.
- Norming (Penormaan): Kelompok mulai menyepakati aturan main, gaya komunikasi, dan pembagian tugas. Penggunaan alat manajemen tugas (seperti Trello/Notion) biasanya dimulai di sini.
- Performing (Berkinerja): Kelompok bekerja secara otonom dan efisien menuju tujuan bersama.
- Adjourning (Pembubaran): Fase terakhir di mana tugas selesai dan kelompok dibubarkan (sering ditambahkan oleh Tuckman di tahun 1977).
Psychological Safety (Amy Edmondson)
Section titled “Psychological Safety (Amy Edmondson)”Amy Edmondson, profesor dari Harvard, mendefinisikan Psychological Safety sebagai keyakinan bersama bahwa tim aman untuk mengambil risiko interpersonal
- Kaitan dengan EdTech: Dalam lingkungan belajar daring, siswa sering takut memberikan ide karena takut dihakimi secara permanen (karena jejak digital teks/video).
- Indikator Utama:
- Anggota berani mengakui kesalahan tanpa takut dihukum.
- Anggota berani bertanya “bodoh” atau meminta bantuan.
- Adanya budaya umpan balik yang konstruktif, bukan destruktif.
- Strategi: Penggunaan fitur anonim pada alat jajak pendapat (seperti Mentimeter) dapat membantu membangun keamanan psikologis di tahap awal.
Collaborative Knowledge Building
Section titled “Collaborative Knowledge Building”Konsep ini (sering dikaitkan dengan Scardamalia & Bereiter) melampaui sekadar “bekerja bersama”. Ini adalah tentang menciptakan pengetahuan baru yang tidak dimiliki individu sebelumnya.
- Idea Improvement: Fokus utama bukan mencari jawaban benar, melainkan terus memperbaiki ide secara kolektif.
- Konteks EdTech: Penggunaan Knowledge Forum, Wiki, atau dokumen kolaboratif (Google Docs) di mana setiap orang berkontribusi pada satu entitas pengetahuan yang tumbuh bersama.
- Socio-cognitive Conflict: Teknologi menyediakan ruang untuk membandingkan perspektif yang berbeda, yang memicu pertumbuhan kognitif.
Tambahan Penting: Dinamika Kelompok dalam EdTech
Section titled “Tambahan Penting: Dinamika Kelompok dalam EdTech”Tiga konsep yang sangat relevan dengan hambatan dan peluang dalam kerja kelompok digital:
A. Social Loafing (Pemuasan Sosial)
Section titled “A. Social Loafing (Pemuasan Sosial)”Fenomena di mana individu mengeluarkan usaha lebih sedikit saat bekerja dalam kelompok dibandingkan saat bekerja sendiri.
- Masalah di EdTech: Dalam grup besar yang tidak terpantau, beberapa siswa mungkin menjadi “penumpang gelap”.
- Solusi: Gunakan teknologi untuk transparansi kontribusi. Misalnya, fitur Version History di Google Docs atau pembagian tugas yang jelas di aplikasi manajemen proyek.
B. Moore’s Theory of Transactional Distance
Section titled “B. Moore’s Theory of Transactional Distance”Michael Moore menyatakan bahwa jarak dalam pendidikan jarak jauh bukan soal geografis, melainkan jarak psikologis dan komunikasi.
- Dinamika: Jika struktur terlalu kaku dan dialog rendah, siswa merasa terisolasi. Kelompok yang dinamis membutuhkan saluran komunikasi informal (seperti grup diskusi santai) untuk memperpendek jarak ini.
C. Teori Interdependensi Positif (Johnson & Johnson)
Section titled “C. Teori Interdependensi Positif (Johnson & Johnson)”Kelompok hanya akan efektif jika anggotanya merasa bahwa mereka “tenggelam atau berenang bersama”.
- Implementasi: Desain tugas digital di mana skor akhir adalah rata-rata kelompok, atau tugas yang dibagi sedemikian rupa sehingga hasil kerja A tidak akan lengkap tanpa hasil kerja B (metode Jigsaw digital).
Tabel Strategi Peningkatan Dinamika Kelompok Digital
Section titled “Tabel Strategi Peningkatan Dinamika Kelompok Digital”| Masalah Kelompok | Teori Terkait | Solusi Teknologi |
|---|---|---|
| Konflik di awal | Tuckman (Storming) | Sesi Icebreaking menggunakan papan tulis digital (Miro/Jamboard). |
| Takut berpendapat | Psychological Safety | Fitur anonimitas atau private chat untuk bertanya. |
| Kurang kontribusi | Social Loafing | Penugasan peran yang jelas (Role-based tasks) di LMS. |
| Kerja sendiri-sendiri | Knowledge Building | Penggunaan Shared Workspace untuk mengedit satu produk akhir bersama. |