Skip to content

Microlearning Best Practices

Strategi ini berfokus pada efisiensi penyampaian informasi dan retensi memori jangka panjang.

  • The 6-Minute Rule: Riset dari Philip Guo dkk. (2014) terhadap jutaan sesi menonton video di edX menunjukkan bahwa keterlibatan (engagement) maksimal berada pada durasi di bawah 6 menit. Setelah itu, drop-off penonton meningkat tajam.

  • The Power of 3-7 Minutes: Dalam konteks korporat dan akademik, durasi 3-7 menit dianggap “sweet spot” karena selaras dengan rentang perhatian manusia modern (attention span) dan kapasitas working memory.

  • Point of Need: Pembelajaran diberikan tepat saat pembelajar membutuhkannya untuk menyelesaikan tugas tertentu.

  • Searchability: Materi microlearning harus mudah ditemukan (memiliki tag, judul yang jelas, dan metadata).

  • Contoh: Seorang developer yang mencari cara melakukan docker push di tengah pekerjaan lebih memilih video 2 menit daripada kursus Docker 5 jam.

C. Spaced Repetition (Melawan Ebbinghaus Forgetting Curve)

Section titled “C. Spaced Repetition (Melawan Ebbinghaus Forgetting Curve)”
  • Forgetting Curve: Manusia kehilangan sekitar 50-80% informasi baru hanya dalam 24 jam jika tidak ditinjau kembali.

  • Spaced Intervals: Teknik mengulang materi pada interval waktu yang meningkat (misalnya: 1 hari, 3 hari, 7 hari, 30 hari).

  • Active Recall: Bukan sekadar membaca ulang, tapi memaksa otak untuk “memanggil” informasi (misalnya lewat kuis singkat atau flashcards).


2. Materi Tambahan: Melengkapi Ekosistem Microlearning

Section titled “2. Materi Tambahan: Melengkapi Ekosistem Microlearning”

Untuk memperkuat target hasil pembelajaran (engagement dan preferensi), materi berikut sangat relevan:

  • Setiap modul microlearning hanya boleh menjawab satu pertanyaan atau mengajarkan satu keterampilan spesifik.

  • Prinsip: Jika satu modul memiliki dua tujuan besar, pecahlah menjadi dua modul terpisah. Ini membantu menjaga fokus kognitif mahasiswa.

  • Microlearning sering dikonsumsi di perangkat seluler (saat perjalanan, menunggu, atau istirahat).

  • Aspek Teknis: Teks harus cukup besar untuk layar kecil, tombol interaktif harus mudah diklik jari, dan video harus dioptimalkan untuk bandwidth yang bervariasi.

  • Memberikan umpan balik instan setelah interaksi kecil.

  • Aplikasi: Jika mahasiswa menjawab kuis 1 soal setelah video, jangan hanya berikan “Benar/Salah”, tapi berikan penjelasan singkat mengapa jawaban tersebut benar. Ini memperkuat koneksi saraf secara instan.

  • Menggunakan elemen permainan untuk memicu dopamin tanpa menambah tekanan berlebih.

  • Contoh: Progress bars yang menunjukkan seberapa dekat mahasiswa dengan penyelesaian modul, atau streaks untuk menjaga konsistensi belajar harian.

  • Tidak semua microlearning harus dibuat dari nol. Teknologi pendidikan modern mendorong kurasi.

  • Strategi: Mengumpulkan potongan video YouTube berkualitas, artikel blog, atau dokumentasi teknis, lalu membungkusnya dalam satu narasi pembelajaran yang koheren.


KomponenPraktik TerbaikTujuan Kognitif
Durasi3 - 7 Menit per video.Mengurangi Extraneous Load.
AksesMobile-ready & Searchable.Mendukung Just-in-Time Learning.
PengulanganKuis berkala di hari berikutnya.Melawan Forgetting Curve.
FokusSatu tujuan (SLO) per modul.Mempertajam Germane Load.